| Subcribe via RSS

Kuliah Umum CCTI UI

July 17th, 2010 | 2 Comments | Posted in BundaGaul, FUPEI

Waktu acara #StartupLokal 3, aku dikenalin dengan pak Riza dari CCTI UI, pak Riza memintaku untuk menjadi pembicara di Kuliah Umum membicarakan masalah Startup di Indonesia. Awalnya agak bingung mau bawainnya gimana, akhirnya aku minta tolong langsung dengan temen2 dari #StartupLokal untuk memberikan informasi singkat mengenai startup mereka masing2. Berikut ini presentasinya:

Tags: , , , , , , , , , ,

SWAStartup

July 9th, 2010 | 2 Comments | Posted in SWAStartup

Awalnya aku diajakin sama nuniek partnerku di BundaGaul untuk ketemuan dengan pak Kemal Gani. Walaupun dengan perasaan nggak enak karena aku nimbrung langsung, tapi rasanya sayang sekali kalo tidak bertemu dan berkenalan dengan beliau. Pas ketemuan, perasaan nggak enak itu langsung hilang karena pak Kemal orangnya sangat bersahabat dan enak sekali diajakin ngobrol.
Kami ngobrol banyak mengenai startup2 lokal, tentang Koprol, East Ventures, Tokopedia, Urbanesia, FUPEI dan lainnya. Dan mengenai liputan2 dari luar yang akhir2 ini membicakan mengenai startup lokal. Pak Kemal ada bertanya, bagaimana caranya supaya respon positif ini bisa tetap terjaga?
Langsung saja aku bandingkan kondisi disini dengan diluar, kondisi diluar sangat besar dukungan dari berbagai pihak dengan membuat inkubator2 untuk mendukung startup2 mereka. Bagaimana di Indonesia? Nah disitulah aku bertanya kepada pak Kemal, mengenai investor2 lokal, pasar lokal dan lain2. Akhirnya aku langsung bilang, bagaimana kalau SWA membantu startup lokal untuk mendapatkan pengajaran sehingga startup lokal bisa benar2 menjadi sebuah bidang usaha yang profesional. Ternyata pak Kemal menyanggupinya, AWSOME!!!
Dan setelah selama sebulan melakukan pembicaraan bersama jadilah SWAStartup. Semoga program ini bisa mendapatkan respon baik dari para startup lokal Indonesia.

Sekarang ini SWAStartup selain dengan pihak SWA aku, nuniek, natali dan selina akan mencoba untuk

Sekarang ini SWAStartup selain dengan pihak SWA aku dari FUPEI, Nuniek dari BundaGaul, Natali dari Golfnesia dan Selina dari Urbanesia yang akan mencoba untuk mengajak startup lokal bergabung di kegiatan ini. Let’s Start Up!

Tags: , , , , , , , ,

BlogBugs Reborn!

May 23rd, 2010 | No Comments | Posted in BlogBugs

Hari ini ngerayain ultah FUPEI yang seharusnya diadakan tanggak 11 Mei kemarin, tetapi karena bad timing, acara diundur jadi tanggal 23 Mei ini, dan ternyata waktunya bersamaan dengan hari jadi BlogBugs, Nuniek, salah satu founder dari BlogBugs meminta aku untuk mensetup sebuah website yang berisi agregasi dari blog2 anggota BlogBugs sebagai pintu masuk kepada netters apabila ingin melihat blog2 milik anggota BlogBugs, semacam LintasBerita versi BlogBugs.

Masih setup standar banget, nantinya tinggal menunggu design dari anggota BlogBugs dan masukan2 lainnya, go BlogBugs!

Tags: , , ,

Liat FUPEI Mobile Melalui Browser

March 2nd, 2010 | No Comments | Posted in FUPEI

Ditengah-tengah ngurusin AutoSally yg sebentar lagi bakalan launching, aku coba sempetin untuk ngebuat feature baru di FUPEI, feature kecil untuk membantu memperkenalkan kepada FUPEIs versi mobile dari FUPEI, mungkin beberapa FUPEIs ada yg masih bingung dengan fungsi2 yang ada di FUPEI Mobile, nah dengan adanya feature ini FUPEIs bisa memperlajari dulu apa saja fungsi2 yang ada di FUPEI Mobile dengan melakukan testing di browser dulu.

Cara ngesetnya cukup mengklik link FUPEI MOBILE yang ada dibawah logo FUPEI.

Dan kalo mau balikin ke kondisi awal tampilan FUPEI, cukup mengklik FUPEI WEB dibawah halaman.

Tags:

FUPEI Jaring 130 Ribu Member

February 17th, 2010 | No Comments | Posted in FUPEI

oleh : Kristiana Anissa

Meski situs jejaring sosial dari luar negeri banyak meramaikan dunia maya, ternyata situs serupa buatan lokal pun diminati. Buktinya, Friends Uniting Program Especially Indonesian (FUPEI) sejak didirikan tahun 2004 oleh Sanny Gaddafi, kini berhasil menggaet 130 ribu member. Dan setiap harinya angka itu masih terus bertambah dengan jumlah sekitar 300 orang per hari.

Sanny mengaku, beberapa anggota FUPEI juga orang asing karena saat Sanny bekerja sama dengan seorang investor asal AS, server FUPEI berlokasi di luar negeri.  Namun, saat ini servernya berlokasi di dalam negeri karena kerja sama dengan investor AS itu sudah putus. “Pada dasarnya, semua kalangan dapat menggunakan FUPEI.  Namun, sebagian besar pengguna FUPEI berasal dari usia 20-35 tahun dan 15-20 tahun,” kata lulusan S1 jurusan IT dan Statistik Ubinus dan S2 bidang Finance Ubinus, itu.

Saat pertama dibuat, FUPEI belum memiliki berbagai fasilitas menarik seperti situs pertemanan lainnya.  Kala itu member hanya bisa saling ‘connect‘ dengan rekannya di FUPEI, kirim-kiriman message, dan testimonial.  Seiring berjalannya waktu, maka mulailah dilengkapi fasilitas album foto, musik, video, blog, e-card, games dan sebagainya.

Untuk pengembangan selanjutnya, FUPEI akan terus mempertajam fasilitas-fasilitas yang bersifat lokal sehingga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan website-website yang sejenis.  Salah satu fasilitas yang bersifat lokal dan menonjolkan keunikan FUPEI sebagai website jejaring sosial lokal adalah adanya 5 bahasa daerah yang dapat digunakan di FUPEI selain Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.  Kelima bahasa daerah itu adalah bahasa Betawi, Jawa, Sunda, Minang dan Lampung.  “Semua itu juga atas bantuan para member yang sangat loyal dengan FUPEI.  Mereka yang menerjemahkan bahasa-bahasa itu.  Saya berikan fasilitas itu kepada mereka dan mereka mengerjakan dengan sukarela tanpa dibayar,” jelas Sanny.

Selain itu, dengan mempertimbangkan banyaknya situs jejaring sosial yang kini tengah marak, FUPEI juga memberikan fasilitas untuk menghubungkan situs itu dengan Facebook.  “Ya kita tidak mungkin head to head dengan Facebook,” ujar sulung dari 2 bersaudara ini.

Dukungan dan banyaknya publikasi dari media yang berisi ajakan untuk menggunakan website lokal, diakui Sanny, juga membantu website lokal untuk bersaing dengan website asing. Menurutnya, jumlah pesaing FUPEI sangat banyak, baik lokal maupun internasional.  Dan karena alasan lokal ini pula FUPEI mencoba untuk terus meningkatkan fasilitas-fasilitas yang menonjolkan unsur-unsur lokalnya.

Namun, target FUPEI yang paling utama adalah mendapatkan investor untuk bisa mengembangkan FUPEI dengan lebih baik.  “Tidak perlu muluk-muluk untuk menjadi berskala internasional. Cukup di negara sendiri, seperti Mixi di Jepang, sebuah website social networking yang menjadi website nomor satu,” jelas pria kelahiran Bekasi, 25 Agustus 1980.

Sanny  optimistis dengan prospek FUPEI kelak. Ia menilai, seiring dengan makin mudahnya akses internet, maka prospek website dengan konten seperti ini akan semakin besar.  (EVA)

Artikel ini diambil dari http://swa.co.id/2010/02/fupei-jaring-130-ribu-member/

Tags: , ,
  • @sagad