| Subcribe via RSS

SWAStartup

July 9th, 2010 | 2 Comments | Posted in SWAStartup

Awalnya aku diajakin sama nuniek partnerku di BundaGaul untuk ketemuan dengan pak Kemal Gani. Walaupun dengan perasaan nggak enak karena aku nimbrung langsung, tapi rasanya sayang sekali kalo tidak bertemu dan berkenalan dengan beliau. Pas ketemuan, perasaan nggak enak itu langsung hilang karena pak Kemal orangnya sangat bersahabat dan enak sekali diajakin ngobrol.
Kami ngobrol banyak mengenai startup2 lokal, tentang Koprol, East Ventures, Tokopedia, Urbanesia, FUPEI dan lainnya. Dan mengenai liputan2 dari luar yang akhir2 ini membicakan mengenai startup lokal. Pak Kemal ada bertanya, bagaimana caranya supaya respon positif ini bisa tetap terjaga?
Langsung saja aku bandingkan kondisi disini dengan diluar, kondisi diluar sangat besar dukungan dari berbagai pihak dengan membuat inkubator2 untuk mendukung startup2 mereka. Bagaimana di Indonesia? Nah disitulah aku bertanya kepada pak Kemal, mengenai investor2 lokal, pasar lokal dan lain2. Akhirnya aku langsung bilang, bagaimana kalau SWA membantu startup lokal untuk mendapatkan pengajaran sehingga startup lokal bisa benar2 menjadi sebuah bidang usaha yang profesional. Ternyata pak Kemal menyanggupinya, AWSOME!!!
Dan setelah selama sebulan melakukan pembicaraan bersama jadilah SWAStartup. Semoga program ini bisa mendapatkan respon baik dari para startup lokal Indonesia.

Sekarang ini SWAStartup selain dengan pihak SWA aku, nuniek, natali dan selina akan mencoba untuk

Sekarang ini SWAStartup selain dengan pihak SWA aku dari FUPEI, Nuniek dari BundaGaul, Natali dari Golfnesia dan Selina dari Urbanesia yang akan mencoba untuk mengajak startup lokal bergabung di kegiatan ini. Let’s Start Up!

Tags: , , , , , , , ,

#StartupLokal Meetup II

June 15th, 2010 | 1 Comment | Posted in #StartupLokal

Wow kali ini 94+ yang hadir diacara #StartupLokal kedua pada tanggal 10 Juni 2010, mengambil lokasi di Cafe Oh La La Thamrin, ternyata nggak bisa menampung temen2 dan akhirnya dengan setia mengikuti acara dari luar. Dengan peserta yang buanyak dan tidak menggunakan perangkat audio sama sekali, akhirnya acara dibuka. Dimulai dengan sharing dari temen2 yang menghadiri acara Echelon 2010 yaitu Tata dari Scraplr, Satya Witoelar dari Koprol, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Philip Do dari KrazyMarket dan Selina Limman dari Urbanesia.

Charanjit dari Creately juga mengisi acara sharing masalah pengalamannya di startup dan Leonard dari AdMob mengenai potensi yang sangat besar di mobile internet traffic.

Aku juga ada ketemuan dengan orang dari SWA menindak lanjuti obrolan yang sebelumnya dengan pak Kemal Gani mengenai bagaimana SWA bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan startup di Indonesia. Mudah2an bisa terealisasi nih programnya, amiiiin…

Saat ini #StartupLokal sudah memiliki mailinglist (startuplokal [at] yahoogroups.com), twitter account, dan facebook fanpage untuk bisa mensosialisasikan lebih baik lagi kegiatan #StartupLokal kita. Sayang nama domain StartupLokal.com sudah terdaftar, jadi kita coba menggunakan nama domain StartupLokal.org (sementara ini masih belum di develop kontennya). Sampai ketemu di #StartupLokal III. Mudah2an acara bulan depan bisa dilokasi yang lebih baik dengan fasilitas yang memadai.

Lihat juga: Blog Nuniek, Teknojurnal. Foto milik Rama Mamuaya.

Tags: , , , , , , , ,

FUPEI Jaring 130 Ribu Member

February 17th, 2010 | No Comments | Posted in FUPEI

oleh : Kristiana Anissa

Meski situs jejaring sosial dari luar negeri banyak meramaikan dunia maya, ternyata situs serupa buatan lokal pun diminati. Buktinya, Friends Uniting Program Especially Indonesian (FUPEI) sejak didirikan tahun 2004 oleh Sanny Gaddafi, kini berhasil menggaet 130 ribu member. Dan setiap harinya angka itu masih terus bertambah dengan jumlah sekitar 300 orang per hari.

Sanny mengaku, beberapa anggota FUPEI juga orang asing karena saat Sanny bekerja sama dengan seorang investor asal AS, server FUPEI berlokasi di luar negeri.  Namun, saat ini servernya berlokasi di dalam negeri karena kerja sama dengan investor AS itu sudah putus. “Pada dasarnya, semua kalangan dapat menggunakan FUPEI.  Namun, sebagian besar pengguna FUPEI berasal dari usia 20-35 tahun dan 15-20 tahun,” kata lulusan S1 jurusan IT dan Statistik Ubinus dan S2 bidang Finance Ubinus, itu.

Saat pertama dibuat, FUPEI belum memiliki berbagai fasilitas menarik seperti situs pertemanan lainnya.  Kala itu member hanya bisa saling ‘connect‘ dengan rekannya di FUPEI, kirim-kiriman message, dan testimonial.  Seiring berjalannya waktu, maka mulailah dilengkapi fasilitas album foto, musik, video, blog, e-card, games dan sebagainya.

Untuk pengembangan selanjutnya, FUPEI akan terus mempertajam fasilitas-fasilitas yang bersifat lokal sehingga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan website-website yang sejenis.  Salah satu fasilitas yang bersifat lokal dan menonjolkan keunikan FUPEI sebagai website jejaring sosial lokal adalah adanya 5 bahasa daerah yang dapat digunakan di FUPEI selain Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.  Kelima bahasa daerah itu adalah bahasa Betawi, Jawa, Sunda, Minang dan Lampung.  “Semua itu juga atas bantuan para member yang sangat loyal dengan FUPEI.  Mereka yang menerjemahkan bahasa-bahasa itu.  Saya berikan fasilitas itu kepada mereka dan mereka mengerjakan dengan sukarela tanpa dibayar,” jelas Sanny.

Selain itu, dengan mempertimbangkan banyaknya situs jejaring sosial yang kini tengah marak, FUPEI juga memberikan fasilitas untuk menghubungkan situs itu dengan Facebook.  “Ya kita tidak mungkin head to head dengan Facebook,” ujar sulung dari 2 bersaudara ini.

Dukungan dan banyaknya publikasi dari media yang berisi ajakan untuk menggunakan website lokal, diakui Sanny, juga membantu website lokal untuk bersaing dengan website asing. Menurutnya, jumlah pesaing FUPEI sangat banyak, baik lokal maupun internasional.  Dan karena alasan lokal ini pula FUPEI mencoba untuk terus meningkatkan fasilitas-fasilitas yang menonjolkan unsur-unsur lokalnya.

Namun, target FUPEI yang paling utama adalah mendapatkan investor untuk bisa mengembangkan FUPEI dengan lebih baik.  “Tidak perlu muluk-muluk untuk menjadi berskala internasional. Cukup di negara sendiri, seperti Mixi di Jepang, sebuah website social networking yang menjadi website nomor satu,” jelas pria kelahiran Bekasi, 25 Agustus 1980.

Sanny  optimistis dengan prospek FUPEI kelak. Ia menilai, seiring dengan makin mudahnya akses internet, maka prospek website dengan konten seperti ini akan semakin besar.  (EVA)

Artikel ini diambil dari http://swa.co.id/2010/02/fupei-jaring-130-ribu-member/

Tags: , ,
  • @sagad